Kamis, 21 Agustus 2014

Disini Awal Perjalanan Kekeluargaan KITA :)

      18 Agustus 2014 adalah hari dimana pertama kalinya kakiku melangkah dengan berat keluar dari Kilang Pertamina UP III Plaju dan tetesan air mata yang megalir tanpa disadari telah membasahi pipiku. Disinilah aku menemukan keluarga baruku, Mereka Adalah Yuniar, Kak Wanda, Risky, Faldhi, Pebri.Tepatnya 1 bulan lalu yang masih sangat aku ingat aku berdua sahabatku mendaftar ulang untuk kerja praktek disana. Dengan masih sangat lugu dan belum tahu apa-apa mengenai Pertamina UP III Plaju.Tak terasa waktu begitu cepat bergulir, seriring berjalannya waktu, detik demi detik menit demi menit jam demi jam hari demi hari kami lewati bersama sedih, senang, dan susah. Aku dan yuniar merasa sangat diistimewakan, karena hanya kami wanita diantra 4 orang lelaki tersebut.Kami mendapat pembimbing yang selalu kami panggil dengan sebutan Abi, ya Abi Yunus tepatnya. Abi Yunus memberi banyak pengetahuan yang sebelumnya tidak kami ketahui,Beliau adalah sosok yang sangat kami hormati. Satu pesan yang selalu aku ingat dalam pikirannku , Abi Yunus berkata "Tulis apa yang ingin kamu kerjakan, dan Kerjakan apa yang telah kamu tulis" pada tanggal 18 Agustus tersebut.Kak Wanda mewakili kami berbicara menyampaikan terimakasih dan permintaan maaf, pada saat itulah air mataku jatuh bercucuran, sedih rasanya, sedih dan senang bercampur hari itu. 
       Biasanya sebelum kami pergi ke kantor atau ke DCR kami selalu menunggu satu sama lain sampai kami berenam lengkap. kami menunggu mobil pick up yang mau mengantarkan kami. Sambil menunggu angkutan kami selalu bercanda satu sama lain, tak seharipun kami lewati tanpa candaan dan lelucon yang menggelitik.Bau dan Panas aspal kilang yang benar-benar khas kini tak bisa kami nikmati bersama lagi. Kilang dan alat-alat pabrik seakan menjadi saksi bisu perjalanan kerja praktek kami, jika salah satu dari kami sedang ada problem kami selalu berusaha untuk menyuport dan membantu. Kami selalu mengingatkan, menguatkan, dan saling menasehati satu lain. Oh iya, Dikantor ada seorang pegawai yang selalu memberi senyumannya setiap pagi kepada kami beliau adalah pak Nur, pak Nur sangat baik kepada kami bahkan kantor seperti layaknya rumah sendiri. Ah rindu sekali rasanya suasana kilang dan kantor :').
Mereka berlima banyak mengajarkan aku arti persahabatan, kebersamaan dan kekeluargaan, senang sekali rasanya bisa mengenal dan dekat dengan mereka. Skenario Allah ini benar" tidak terduga.Semoga suatu hari nanti kami berenam bisa menjadi salah satu keluarga di Pertamina UP III Plaju. Amiiiinnn....

Sabtu, 12 Juli 2014

Pengantin Bidadari, Kisah Cinta Seorang Syuhada



repost from Phen Efendi(inmotivasi.blogspot.com/2013/07/pengantin-bidadari-kisah-cinta-seorang.html)


Pada masa Rasulullah, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat.

Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.

Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.

“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.

Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi.

Sambil tersenyum beliau berkata:
“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”

“Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.

“Katakanlah aku yang mengutusmu”, sahut Baginda Nabi.
“Baiklah ya Rasul”, dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.

Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan
“Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?” Tanya Fulan.

“Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A.” Jawab Zulebid sedikit gugup.

“Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku.”

Fulan menemui putrinya dan bertanya, “bagaimana pendapatmu wahai putriku?”

Jawab putrinya, “Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi istrinya.”

Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.
Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” duhai Anda yang di wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu?”

Jawab istrinya, ” Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para pengantin.”

Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika kemudian terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang.

Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.

“Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhoanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang. Kiranya Allah mengetahui semua arah jalan hidup kita ini.”

Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku, betapa besar pula bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku menyertaimu”

Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhi…ketika sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya. Zulebid terjatuh, berusaha menghindari anak panah lainnya yang berseliweran di udara. Ia merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai terlepas dari tangannya.

Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama teman sepermainannya.

Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang baru dinikahinya pagi tadi. Senyum yang begitu manis menyertainya tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya … Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.

Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh.

Akhirnya dikuburkanlah jenazah zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.

Tanpa dimandikan …
Tanpa dikafankan …

Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid.

Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut.
Para sahabat terdiam membisu.

Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti menahan isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata beliau
Lalu beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum.

Wajah beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang keheranan shahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.

Akhirnya keadaan kembali seperti semula ..
Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau menangis?”

Jawab Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo ..
-Zulebid, pagi tadi engaku datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia.Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam Zafaf, malam yang ditunggu oleh para pengantin.”

“Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.

” Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid,” Jawab Rasulullah.

“Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka lagi.

“Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya.”

Di rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha Karya.

Malam menjelang …
Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi dan dan nyata ..

Lamat-lamat ia seperti melihat Zulebid datang dari kejauhan .. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan pula ..

Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini pabila aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu…. Dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku.”

Istri Zulebid, terdiam.
Matanya basah …
Ada sesuatu yang menggenang disana ..

Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi pagi ..
Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir ..
Ia menggerakkan bibirnya ..
“Suamiku, aku mencintaimu …
Dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita ..
Aku ikhlas …..”

Dan,..
Akan kemanakah kumbang terbang ..
Pada siapa rindu mendendam ..
Kekasih yang terkasih ..
Pencinta dan yang dicinta ..
Semua berurai air mata ..
Sedih, ataukah bahagia …..?

Wallahu a'lam bishshawab......

Kamis, 14 November 2013

KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS


       Kromatografi merupakan salah satu cara pemisahan kimia yang paling populer dan paling banyak digunakan. Kromatografi pertama kali dilakukan oleh Michael Tswett, seorang ahli botani Rusia yang bekerja di Warsawa pada tahun 1906. Pemisahan yang diujicobakan adalah pemisahan klorofil dan pigmen lainnya dalam suatu sari tanaman dengan menggunakan kolom gelas yang diberi keran pada ujungnya. Larutan petroleum eter yang mengandung cuplikan diletakkan pada ujung atas kolom gelas sempit yang telah diisi dengan bubuk kalsium karbonat. Ketika ke dalam kolom tersebut dituangi petroleum eter maka akan terlihat bahwa pigmen-pigmen terpisah dalam beberapa daerah atau pita. Setiap pita berwarna diisolasi dan diidentifikasi senyawa penyusunnya. Adanya pita berwarna tersebut melatarbelakangi nama “kromatografi” yang berasal dari bahasa Yunani. “Kromatos” berarti warna dan “graphos” yang berarti menulis.
            Kromatografi mencakup berbagai proses berdasarkan perbedaan distribusi dari penyusun cuplikan antara dua fasa. Satu fasa tetap tinggal pada sistem dan disebut fasa diam. Fasa yang alin dinamakan fasa gerak, memperkolasi melalui celah-celah fasa diam. Gerakan fasa gerak menyebabkan perbedaan migrasi dari penyusun cuplikan.
            Setetes cairan jika diteteskan pada sepotong kertas atau kain akan melebar dalam bentuk bulat, dan jika larutan itu mengandung senyawa berwarna maka akan terlihat suatu lingkaran berwarna. Tehnik analisis sederhana ini digunakan bangsa Roma untuk menguji zat warna. Sekitar satu abad lalu, ahli kimia Jerman, Runge, Schoebien dan Goppelsroedn membuat kemajuan tehnik ini sehingga lebih reprodusibel dan dapat digunakan secara kuantitatif.
            Tehnik Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dikembangkan oleh Egon Stahl dengan menghamparkan penyerap pada lempeng gelas, sehingga merupakan lapisan tipis. KLT merupaka kromatografi serapan, tetapi dapat juga merupaka kromatografi partisi karena bahan penyerap telah dilapisi air dari udara. Sistem ini sangat populer karena memberikan banyak keuntungan, yaitu peralatan yang diperlukan sederhana, murah, waktu analisis yang singkat serta daya pisah cukup baik. Selain itu sampel yang dibutuhkan sangat sedikit.
            Sebagian besar dasar teori kromatografi kolom dapat diterapkan pada KLT. Pemisahan dilakukan oleh keseimbangan cuplikan dalam dua fasa yaitu fasa gerak dan fasa diam. Derajat retensi pada kromatografi ini dinyatakan sebagai faktor retensi (Rf) :

  Rf = jarak tempuh zat terlarut 
           jarak tempuh pelarut

   Jarak tempuh pelarut dapat diukur dengan mudah yaitu mulai dari tempat totolan sampel sampai garis tempat berhentinya pelarut. Jarak tempuh cuplikan adalah jarak dari totolan sampel sampai ke bercak atau noda pada lempeng.
            Fasa diam yang biasa digunakan dalam KLT adalah serbuk silika gel, alumina, tanah diatomae, selulosa dan lain-lain yang memiliki ukuran butir sangat kecil yaitu 0,063-0,125 mm. Fasa diam tersebut dilapiskan pada kaca, aluminium maupun plastik dengan ketebalan tertentu. Plat KLT dapat dibuat sendiri atau dibeli langsung dalam bentuk jadi  (pra paking) dari beberapa perusahaan. Lapisan tipis ini secara umum ada yang perlu diaktifkan sebelum digunakan, misalnya silika gel dan alumina, ada juga yang tidak perlu diaktifkan misalnya selulosa.
            Larutan cuplikan (sekitar 1% dalam suatu pelarut) diteteskan dengan pipet mikro atau injektor pada jarak 1-2 cm dari batas plat. Setelah pelarut dari noda menguap, plat siap untuk dikembangkan dengan fasa gerak yang sesuai hingga jarak eluen/fasa gerak dari batas plat mencapai 7-10 cm. Proses pengembangan dikerjakan dalam wadah tertutup (chamber) yang diisi eluen yang sesuai dengan sampel. Chamber tersebut dijenuhi dengan uap eluen agar dihasilkan pemisahan yang baik dan dapat ulang (reprodusibel). Tehnik pengembangan dapat dari bawah ke atas (asending), dari bawah ke atas (desending) atau mendatar. Langkah berikutnya adalah mengeringkan sisa eluen dalam lapisan tipis dengan didiamkan pada suhu kamar beberapa saat. Noda pada lapisan tipis dapat diamati langsung untuk noda tampak. Jika noda tidak tampak dapat dilihat dengan lampu UV pada panjang gelombang pendek (254 nm) atau pada panjang gelombang panjang (366 nm). Dapat juga dilihat dengan menggunakan pereaksi semprot penimbul warna.
Cara memilih eluen.
            Pemilihan eluen yang tepat merupakan langkah yang sangat penting untuk keberhasilan analisis dengan KLT. Prinsipnya sampel harus lebih terikat dalam fasa diam daripada dalam fasa gerak. Pertimbangannya dapat menggunakan prinsip “similia similibus solventur” atau biasa dikenal dengan prinsip “like dissolve like”. Umumnya eluen untuk kromatografi ditemukan dengan cara ‘trial and error” atau coba-coba. Jarang sekali penentuan eluen berdasarkan pada pengetahuan yang mendalam tentang mekanisme proses kromatografi. Pedoman umum yang sederhana dan mudah dilakukan dalam memilih eluen adalah berdasarkan pada polaritas, kemampuan membentuk ikatan hidrogen dan reaktivitas suatu eluen.

Sumber :


      B.S.Ari Sudarmanto, Erwin A.R., Fajar R.W., Surya D.M, 2000, Kromatografi Lapis Tipis, Tugas   
      Kelompok Mata kuliah Kromatografi Senyawa Organik, Pasca Sarjana UGM, Yogyakarta.

Sudjadi, 1988, Metode Pemisahan, Fak. Farmasi UGM, Yogyakarta.

Chairil A., Bambang P., Harno D.P., Tutik D.W., 1996, Pengantar Praktikum Kimia Organik, Depdikbud.

Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2006, Kecakapan Hidup (Life Skill), Jakarta


Selasa, 05 November 2013

Memotivasi Diri Sendiri


Hello guys, sebelum kita baca tips dan trik memotivasi diri sendiri pada saat down, kita kudu harus wajib tahu apa itu motivasi. Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan (wikipedia). motivasi merupakan suatu alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Monggo di baca beberapa Tips dan Trik dibawah ini :

1.      Selalu bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan untuk kita
2.      Selalu dekatkan diri pada Allah SWT
3.      Ingat bahwa “down hanya sementara”
4.      Fokus pada satu GOAL
5.      Ingatkan diri anda bahwa “SAYA HARUS SUKSES” 
6.      Yakin akan usaha yang telah anda lakukan akan membuahkan hasil terbaik
7.      Mintalah nasehat dan doa kepada orang tua, keluarga, atau orang terdekat anda
8.      Jangan pernah mengganggap kegagalan adalah akhir dari segalanya
9.      Jangan tinggalkan ibadah anda, Karena apabila sedang down Allah yang menjadi sandaran utama anda
10.  Jadilah seseorang yang optimis jangan jadi seseorang yang pesimis
11.  Jangan hanya bicara, tapi segera lakukan “TINDAKAN”
12.  Ingat “HIDUP”adalah “PROSES” dan "PILIHAN"
13.  Teriakan “ SEMANGAT” , “SUKSES”, “KAYA” karena perkataan adalah sebagian dari doa
14.  Ingat Allah Maha Adil dan Allah akan memberikan yang terbaik pada setiap umatNya
15.  Buatlah pengingat seperti tulisan, poster, atau foto yang berisi keinginan dan tujuan anda kemudian tempel di dinding kamar atau buku harian, ini bermaksud untuk akan mengingatkan anda pada keinginan dan tujuan yang akan andai capai dan anda miliki suatu hari

Selamat mencoba ya sobat!!!! J









Sabtu, 25 Mei 2013

LAPORAN PRAKTIKUM PEMBUATAN MEDIA




 PEMBUATAN MEDIA



1. Tujuan Percobaan
          - Mampu mengetahui dan membuat beberapa macam media yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk pertumbuhannya.

2. Dasar Teori
                   Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang hanya mengandung garam anorganik ditambah sumber karbon organik seperti gula. Sedangkan mikroorganisme lainnya memerluka suatu medium yang sangat kompleks yaitu berupa mediumditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya. Medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Nutrien dalam medium harus memenuhi kebutuhan dasar makhluk hidup, yang meliputi air, karbon, energi, mineral, dan faktor tumbuh.
                   Secara umum media dikelompokan menjadi 3 yaitu alami, semi buatan, dan buatan. Media ala : tape, nasi, tanah, dll. Media semi buatan : terbuat dari bahan kimia dengan bahan alami, misalnya agar tauge, agar kentang dextrose, dll. Media buatan : media yang seluruhnya dibuat dari bahan kimia, misalnya agar sabaurud, agar czapek Dak, dan lain-lain.
                   A. Macam – macam Media
                             Berdasarkan konsisten atau kepadatannya, medium dibagimenjadi 3 jenis, yaitu :
1. Media cair / broth / liquid medium.
     Contoh : air pepton, nutrien broth, laktosa, media kaldu nutrient.
2. Media setengah padat ( semi solid medium )
     Contoh : media kaldu agar tegak seni solid.
3. Medium padat ( solid medium )
     Contoh : media kaldu agar, media plate count agar, media agar sitrat sinmons.

              Menurut bentuknya, media dapat digolongkan dalam : media cair, media semi padat, dan medium padat. Media semi padat adalah media yang mengandung bahan sama dengan media cair, tetapi ditambah dengan agar-agar sehingga hampir padat. Medium padat yaitu medium cair yang ditambah agar-agar sehingga jadi padat.                       
Menurut kegunaannya, medium dapat digolongkan atas :
Ø Medium umum, yaitu medium yang umum dipakai untuk menumbuhkan mikroorganisme dimana berbagai mikroorganisme dapat tumbuh pada medium ini.
Ø Medium selektif , yaitu medium yang hanya dapat ditumbuhi mikroorganisme tertentu saja. Contoh : agar Endo, agar SS, agar Hs, dan lain-lain.
Ø Medium differensial, yaitu medium yang dapat ditumbuhi semacam mikroorganisme dengan memberikan ciri tertentu. Mikroorganisme tersebut mampu menguraikan salah satu bahan pembuat medium dimana mikroorganisme lain yang sama-sama tumbuh disitu tidak mampu. Contoh : agar darah, agar ecsin metilen blue, dan lain-lain.
Ø Medium pepaya, yaitu medium yang dipakai untuk menumbuhkan mikroorganisme tertentu sebelum ditumbuhkan pada medium yang dipakai dalam penelitian dengan maksud menyuburkan lebih dahulu mikroorganismetersebut.
B. Penyimpanan Media
                   Sebelum digunakan, medium yang sudah disterilkan, baik medium cair maupun medium padat, dapat disimpan didalam tabung-tabung gelas berupa erlenmeyer atau tabung-tabung gelas berupa erlenmeyer atau tabung reaksi ataupun dalam botol.
                   Penyimpanan dalam jumlah kecil biasanya dalam tabung reaksi sebanyak 10-15 ml untuk agar yang nantinya diperlukan untuk mengisi cawan petri. Sebanyak 5-7 ml untuk membuat agar miring yang diperlukan untuk menanam biakan, agar miring dibuat dengan memiringkan tabung reaksi berisi medium setelah disterilkan sebelum medium menjadi padat.

3. Alat dan Bahan
     Nutrient Agar ( agar kaldu )
Alat :
·        Gelas kimia                    1 buah
·        Pengaduk                       1 buah
·        Spatula                          1 buah
·        Kaca arloji                     1 buah
·        Cawan petri                   2 buah
·        Magnet stirer                 1 buah
·        Neraca analitik               1 buah
·        Hot plate                        1 buah
·        Aluminium foil
Bahan :
a.     NaCl                              5 gram
b.     Pepton                           5 gram
c.      Ekstrak daging               3 gram
d.     Aquadest                       1 liter
e.      Agar-agar (bacto)           18 gram

4. Langkah Kerja
1.     Mencampurkan a-d.
2.     Memanaskan hingga mendidih selama 5 – 10 menit.
3.     Mengambil dari atas api, menambahkan 3 – 5 ml NaOH 20% sambil diaduk dengan mnggoyangkan labu erlenmeyer, hingga bereaksi bisa terhadap brom – thymol blue.
4.     Membiarkan kotorannya mengendap.
5.     Menyaring melalui saringan kapas hingga bening.
6.     Memeriksa reaksinya terhadap “ brom – thymol blue “ 0,04% dan menetralkan hingga akhirnya diperoleh pH 6,8 – 7,0.
7.     Menambahkan agar-agar, menambahkan lagi sampai agar-agar larut semua ( kelihatan larutan bening ).
8.     Menstelirkan selama 20 menit pada suhu 1200c.

5. Data Pengamatan
Sifat fisik
Pengamatan
Sebelum pendinginan
Sesudah pendinginan
Warna
Kuning
Kuning
Bentuk
Cair
Padat
Bau
Berbau
Tidak berbau

6. Analisa Percobaan
          Percobaan pembuatan media yang dilakukan adalah nutrient agar ( agar kaldu ). Percobaan dilakukan dengan mencampurkan semua bahan yang telah ditimbang, penimbangan dilakukan dengan cepat karena pepton bacto dan ekstrak daging bersifta higroskopis. Setelah semua tercampur dengan aquadest, dipanaskan gingga mendidih selama bebrapa menit. Pada saat pemanasan, larutan dimasukan magnetic stirer. Setelah larutan dididihkan menjadi bening, larutan didinginkan sampai larutan tersebut menjadi agar – agar padat.

7. Kesimpulan
          Setelah melakun percobaan maka dapat disimpulkan media yang dibuat harus disesuaikan dengan karakteristik dari jenis mikroba yang akan ditumbuhkan. Faktor lingkungan seperti suhu, pH, kecukupan nutrient media dan kontaminasi perlu dikondisikan sebaik mungkin agar mikroba yang ditumbuhkan berhasil.

8. Daftar Pustaka

  • Jobsheet Rekayasa Bioproses “ Pembuatan Media”. Politeknik Negeri Sriwijaya. 2012

  •  Sectoranalyst.blogspot.com/2011/10/pembuatan-media-agar-nutrient-nutrient.html

TITRASI PENGENDAPAN

TITRASI PENGENDAPAN
(PENETUAN KLORIDA)
1.      Tujuan Percobaan
Mahasiswa mampu melakukan standarisasi dan penetuan pada titrasi pengendapan dengan metode Mohr.

2.      Rincian Percobaan
1.      Standarisasi larutan AgNO3
2.      Penetuan kadar klorida pada cuplikan.

3.      Dasar Teori
Titrasi pengendapan merupakan titrasi yang didasarkan pada reaksi pembentukkan endapan antara analit dengan titran. Terdapat tiga macam titrasi pengendapan yang dibedakan dari indicator yang digunakan :
1.      Metode Mohr
2.      Metode Volhard
3.      Metode adsorbsi
Pada titrasi yang melibatkan garam-garam perak, ada tiga indikator yang dapat dipergunakan. Metode Mohr menggunakan ion kromat CrO42- untuk mengendapkan AgCrO4 berwarna cokelat. Metode Volhard menggunakan ion Fe3+ untuk membentuk kompleks berwarna dengan ion tiosianat SCN-. Dengan metode Fajans menggunakan indikator adsorbsi.
Seperti suatu sistem asam basadapat digunakan sebagai suatu indikator untuk titrasi asam basa, maka peembentukkan endapan dapat juga digunakan sebagai petunjuk akhir suatu titrasi. Pada metode Mohr, yaitu penentuan klorida dengan ion perak dengan indikator ion kromat, penamplan pertama yang tetap dari endapan perak kromat yang berwarna kemerah-merahan dianggap sebagai suatu titik akhir titrasi.
Merupakn hal yang diinginkan bahwa pengendapan indikator dekat pada titik ekivalen. Perak kromat lebih larut (sekitar 8,4 x 10-5 mol/liter) dari pada perak klorida (1 x 10-5 mol/liter). Jika ion perak ditambahkan kepada sebuah larutan yang mengandung ion klorida dalam konsentrasi yang besar dan ion kromat dalam konsentrasi yang kecil, maka perak klorida akan terlebih dahulu mengendap membentuk endapan berwarna putih, perak kromat baru akan terbentuk sesudah konsentrasi ion perak meningkat samap melampaui harga Kkel perak kromat.
Metide Mohr dapat juga digunakan untuk penentuan ion bromida dengan perak nitrat. Selain itu juga dapat menentukan ion sianida dalam larutan yang sedikit alkalis.

4.      Alat dan Bahan
·          
Neraca Analitis
1 buah
·          
Kaca Arloji
1 buah
·          
Erlenmeyer 250 ml
6 buah
·          
Buret 50 ml
2 buah
·          
Pipet Ukur 25 ml
2 buah
·          
Gelas Kimia 100 ml, 250 ml
2 buah
·          
Labu Takar 100 ml, 250 ml
   1,1 buah
·          
Spatula
2 buah
·          
Bola Karet
    2 buah
·          
Pipet Tetes
    4 buah
·          
Pengaduk
    2 buah

Bahan yang digunakan
·         AgNO3
·         Indikator K2CrO4
·         NaCl p.a
·         Cuplikan yang mengandung Cl

5.      Langkah Kerja
5.1  Menstandarisasi Larutan Baku AgNO3
ü  Menimbang 4,25 gram perak nitrat dan menambahkan air aquadest sampai 250 ml dalam labu takar. Jaga jangan samapai terkena sinar matahari.
ü  Menimbang dengan teliti tiga cuplikkan Natrium Klorida yang murni dan kering seberat 0,20 gram dengan tiga Erlenmeyer 250 ml.
ü  Melarutkan tiap contoh dalam 25 ml aquadest dan tambahkan 2 ml 0,1 M kalium kromat.
ü  Mentitrasi cuplikkan dengan larutan nitrat sampai terjadi perubahan warna menjadi kemerah-merahan yang stabil.
5.2  Penetuan Klorida
ü  Menimbang dengan teliti cuplikan, melarutkan kedalam air samapi 100 ml.
ü  Mengambil 25 ml alikot massukan kedalam Erlenmeyer 250 ml.
ü  Menambahkan tiga tetes indikator kalium kromat.
ü  Mentitrasi dengan larutan baku perak nitrat sampai terjadi perubahan warna menjadi kemerah-merahan yang stabil.




6.      Data Pengamatan
6.1  Standarisasi Larutan Baku/Standar AgNO3
No
Gram Analit (NaCl)
Volume Titran (AgNO3)
1
200 mg
35,3 ml
2
200 mg
34,5 ml
3
200 mg
35,3 ml
Jumlah
Rata-rata
105,1 ml
35,03 ml

6.2  Penetuan Cl- dengan AgNO3
No
Volume Analit
Volume Titran (AgNO3)
1
25 ml
18,8 ml

25 ml
16,3 ml

25 ml
16,0 ml
Jumlah
Rata-rata
17,03 ml
51,1 ml

7.      Perhitungan
7.1  Standarisasi Larutan AgNO3
Menentukan normalitas AgNO3  
200 mg 58,4428 mg/mek
=
35,0333 ml x N
NAgNO3
=
3,4221 mek 35,0333 ml

=
0,097 N

7.2  Penetuan Klorida dengan AgNO3
Menentukan % klorida dalam contoh :

Perhitungan Secara Praktek


% Cl
=
17,0333 ml x 0.097 mg/mek x 35, 453 mg/mek x 100                    500mg x 25/100

=
46,86 %





8.      Analisa Percobaan
Pda percobaan titrasi pengendapan penentuan klorida yang bertidak sebagai analit adalah Cl. NaCl sebagai standar primer, K2CrO4 sebagai indikator, AgNO3 sebagai titran, dan Kcl sebagai sampel.
Pada standarisasi larutan baku AgNO3 menimbang perak nitrat seberat 4,25 gram dan menambahkan 250 ml aquadest di dalam labu takar. Jangan samapai terkena sinar matahari setelah itu menimbang 0,20 gram natrium klorida dan melarutkannya dalam 25 ml air di dalam erlenmeyer 250 ml dan setelah itu mentitrasi Natrium Klorida dengan AgNO3 sampai warnanya kemerah-merahan. Volume titrasinya 35,3 ml ; 34,5 ml ; dan 35,3 ml.
Pada penetuan klorida menimbang dengan teliti cuplikan dan melarutkannya dalam 100 ml air, dan mengambil 25 ml cuplikan sebagai alikot dan masukkan kedalam erlenmeyer 250 ml, menambahkan indikator ion cromat sebanyak 5 tetes. Setelah itu mentitrasi cuplikkan dengan AgNO3 sampai warnanya kemerah-merahan yang stabil. Volume titrasinya 18,8 ml ; 16,03 ml ml ; dan 16,0 ml.



9.      Kesimpulan
Dari percobaan kali ini dapat disimpulkan :
Pada standarisasi larutan baku/standar AgNO3 di dapatkan Normalitas = 0.097 N
Pada penentuaan klorida dengan AgNO3 di dapatkan % Cl = 46,86  %
Pada perhitungan klorida secara teori didapatkan % Cl = 47,55 %
Pada perhitungan Persentase kesalahan didapatkan = 1,45 %

10.  Pertanyaan
10.1          Apakah yang dimaksud dengan argentometri?
10.2          Pada titrasi yang anda lakukan di atas, tuliskan apa yang bertindak sebagai :
  •   Standar primer
  •   Standar sekunder
  •  Analit
  •  Indikator
10.3          Tuliskan titrasi pengendapan yang bukan argentometri
Jawab :
10.1 Argentometri adalah semakin kecil kelarutan endapan maka makin sempurna reaksinya.
10.2
Standar primer
NaCl p.a
Standar sekunder

Analit
Cl-
Indikator
K2CrO4

10.3
Ion yang Ditemukan
Titran
Indikator
SO42-
Pb (NO3)2
Ditizon

Pb (NO3)2
Eritrosin B

Ba (ClO4)2
Torin

BaCl2
Alizarin Merah
PO43-
Pb (Ac)2
Dibromofluorescein

Pb (Ac)2
Diklorofluorescein
CrO42-
Pb (Ac)2
Fuerescein
Cl-, Br-
Hg2 (NO3)2
Biru Bromfenol

111.  Daftar Pustaka
Jobsheet.Kimia Analisis Kimia/Politeknik Negeri Sriwijaya/2012